Angka Kemiskinan Desa Nyalian Meningkat

  • 17 November 2014
  • Dibaca: 628 Pengunjung
Angka Kemiskinan Desa Nyalian Meningkat

Banyak upaya sudah dilakukan pemerintah untuk menekan kemiskinan di Klungkung. Namun demikian angka kemiskinan malah mengalami peningkatan. Salah satunya adalah di Desa Nyalian, Banjarangkan Klungkung.

Peningkatannyapun, dari tahu ke tahun mengalami peningkatan cukup tajam. Dimana dari 1111 kk warga Nyalian 227 diantaranya masuk dalam KK miskin. Artinya 23 persen warga Nyalian masuk katagori miskin.

Ini adalah data terbaru. Dan diakui ada peningkatan dari awalnya kk miskin di Desa tersebut hanya mencapai 150 KK atau sekitar 15 persen. “Ini data 2010 sekitar 15 persen,  sekarang naik jadi 23 persen,” ujar Kades Nyalian IB Alit Negara, Senin (17/11/2014).

Dengan demikian ada kenaikan kemiskinan sebesar 10 persen. ini diakui karena sulitnya lapangan pekerjaan. Dimana masyarakat Nyalian sebagian tidak memiliki pekerjaan tetap. Sebagian besar warga Nyalian adalah petani penggarap. Dan hal ini belum mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Bahkan pada musim kemarau sekarang ini banyak tanaman padi petani yag gagal panen. Kondisi ini diyakini akan membuat angka kemiskinan akan naik lagi.

Bahkan saat musim kering seperti ini beberapa petani terpaksa beralih menjadi buruh bagunan. Itupun pengasila mereka tidak seberapa.

Selaian itu ibu ibu rumah tangga juga banyak yang nyambi sebagai pengrajin anyaman seperti Atte dan yang lainya. Hanya saja usaha ini juga tidak banyak membantu. Karena hanya dikerjaka sebagai sambilan. Dimana pengasilan pengrajin sendiri perharinya hanya sekitar 5000 rupiah. “Jadi tidak banyak memberikan tambahan dari segi ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu beberapa upaya susdah dilakukan bersama pemerintah. Diantaranya dengan menglontorkan bedah rumah. Ada 48 bedah rumah yang diajukan sejak 2010, namun sampai saat ini sekitar 25 buah yang sudah terealisasi. Sementara itu salah satu pengrajin anyaman bamboo Ketut Runik 60 mengaku untuk membuat satu sokasi (bakul red) butuh waktu tiga hari.  Sementara pengasila rata rata perhari dari kerajinan ini sekitar Rp 10 ribu. Masih sangat kecil untuk bisa hidup normal dan sejahtra.

Sementara Alit Negara mengakui selaian bedah rumah warga miskin juga dibantu Raskin. Bantuan ini datang setiap bulan. Beras ini tidak gratia namun warga miskin tetap membelinya yakni 24 ribu per 15 kg. Haya saja kondisi beras raskin diakuinya kondisinya sangat tidak layak komusumsi. Kondisinya rusak, bau apek, kutuan sehingga tidak bisa dimasak.

  • 17 November 2014
  • Dibaca: 628 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita